Aplikasi UangBeritaPinjaman Online

Cara Kerja dan Kelebihan P2P Lending Bagi Peminjam

89
×

Cara Kerja dan Kelebihan P2P Lending Bagi Peminjam

Sebarkan artikel ini

Di era digital yang semakin maju, kebutuhan akan kemudahan dan kecepatan dalam berbagai aspek kehidupan semakin tinggi, termasuk dalam hal investasi dan simpanan. Deposito berjangka muncul sebagai salah satu solusi investasi yang praktis dan aman, terutama bagi mereka yang menginginkan kepastian tanpa harus memantau investasi mereka secara terus-menerus.

Dengan tingkat suku bunga yang lebih tinggi dibandingkan tabungan biasa dan jaminan keamanan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), deposito berjangka menjadi pilihan menarik bagi para investor yang mencari stabilitas dan pengembalian yang pasti. Selain itu, kemudahan pengelolaan deposito berjangka membuatnya ideal bagi pemula yang ingin memulai perjalanan investasi mereka tanpa harus khawatir tentang fluktuasi pasar.

Mari kita telusuri lebih dalam tentang segala aspek yang membuat deposito berjangka menjadi instrumen investasi yang diandalkan.

Apa Itu P2P Lending ?

P2P lending, atau peer-to-peer lending, adalah sebuah metode di mana individu atau bisnis dapat mendapatkan pinjaman uang melalui platform online yang menghubungkan langsung antara peminjam dengan investor.

Para pemberi pinjaman dikenal sebagai pendana atau investor. Mereka mendapatkan keuntungan dari bunga yang dibayarkan oleh peminjam. Di sisi lain, bagi peminjam, P2P lending berarti mengajukan pinjaman untuk keperluan pribadi atau bisnis mereka.

Intinya, P2P lending berfungsi sebagai penghubung online antara pemberi pinjaman (pendana) dan peminjam. Melalui P2P lending, setiap orang dapat memberi atau mengajukan pinjaman untuk berbagai tujuan tanpa perlu menggunakan jasa lembaga perbankan.

Pada dasarnya, sistem P2P lending mirip dengan konsep marketplace online yang menyediakan platform untuk pertemuan antara pembeli dan penjual. Namun, dalam kasus P2P lending, platform ini mempertemukan peminjam dengan pemberi pinjaman.

Dengan kata lain, P2P lending adalah marketplace untuk kegiatan pinjam-meminjam uang. Alih-alih mengajukan pinjaman melalui lembaga resmi seperti bank, koperasi, atau jasa kredit yang prosesnya lebih kompleks, masyarakat dapat memanfaatkan sistem P2P lending. Sistem ini memungkinkan individu untuk mendapatkan dukungan pinjaman dari sesama pengguna sistem, sehingga dinamakan “peer-to-peer”.

Bagaimana Cara Kerja P2P Lending?

Sebagai Pendana (Lender)

Pendana atau investor memainkan peran penting dalam ekosistem P2P lending. Melalui platform seperti KoinWorks, mereka dapat mengakses berbagai informasi detail mengenai calon peminjam. Informasi yang tersedia mencakup jenis bisnis yang dijalankan oleh peminjam, durasi operasional bisnis tersebut, tujuan pinjaman, pendapatan, serta riwayat keuangan peminjam. Semua data ini membantu pendana dalam menilai kelayakan dan risiko dari setiap pinjaman yang diajukan.

Platform P2P lending ini sering disebut sebagai marketplace karena fungsinya yang mirip dengan pasar online, di mana pendana dapat melihat berbagai opsi pinjaman dan memilih mana yang ingin mereka danai. Mereka dapat memeriksa tenor pinjaman, besaran bunga, dan risiko yang terkait dengan masing-masing pinjaman. Hal ini memberikan kebebasan kepada pendana untuk memilih pinjaman yang sesuai dengan profil risiko dan target investasi mereka.

Setelah pendana memutuskan untuk mendanai suatu pinjaman, mereka dapat langsung mendistribusikan sejumlah dana melalui platform tersebut. Dana ini kemudian akan diterima oleh peminjam. Pembayaran kembali dana tersebut dapat dilakukan oleh peminjam dalam bentuk cicilan bulanan atau dalam satu pembayaran penuh pada akhir masa tenor. Dari sini, pendana akan mendapatkan keuntungan yang terdiri dari pokok pinjaman dan bunga yang telah ditetapkan sebelumnya. Besaran bunga ini sangat bervariasi tergantung pada suku bunga yang ditetapkan untuk setiap pinjaman yang didanai.

Sebagai Peminjam (Borrower)

Bagi peminjam, proses mengajukan pinjaman melalui platform P2P lending relatif cepat dan mudah. Mereka hanya perlu mengunggah dokumen-dokumen yang dibutuhkan secara online. Dokumen-dokumen ini biasanya mencakup laporan keuangan untuk jangka waktu tertentu dan penjelasan mengenai tujuan penggunaan pinjaman.

Setelah semua dokumen diunggah dan permohonan diajukan, platform P2P lending akan melakukan evaluasi terhadap permohonan tersebut. Permohonan pinjaman dapat diterima atau ditolak berdasarkan berbagai faktor seperti kelayakan kredit, riwayat keuangan, dan risiko bisnis. Jika permohonan pinjaman ditolak, peminjam akan mendapatkan alasan penolakan dan dapat memperbaiki aspek-aspek yang menjadi alasan penolakan tersebut sebelum mengajukan permohonan kembali.

Jika permohonan diterima, suku bunga pinjaman akan ditetapkan oleh platform. Setelah itu, pengajuan pinjaman akan dimasukkan ke dalam marketplace, di mana para pendana dapat melihat dan menilai pinjaman tersebut. Peminjam kemudian menunggu sampai ada cukup banyak pendana yang tertarik untuk mendanai pinjaman mereka. Setelah pendanaan terkumpul sepenuhnya, dana pinjaman akan dicairkan kepada peminjam.

Dengan demikian, P2P lending menawarkan alternatif yang lebih fleksibel dan efisien dibandingkan dengan mengajukan pinjaman melalui lembaga keuangan tradisional seperti bank atau koperasi. Proses yang lebih sederhana dan transparan ini membuat P2P lending semakin populer di kalangan masyarakat yang membutuhkan dana untuk berbagai keperluan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis.

Kelebihan P2P Lending Bagi Peminjam

Suku Bunga yang Rendah

Salah satu manfaat terbesar dari P2P lending adalah suku bunga yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan yang ditetapkan oleh lembaga keuangan tradisional seperti bank. Platform P2P lending sering kali dapat menawarkan pinjaman dengan suku bunga yang lebih kompetitif karena mereka tidak menghadapi biaya operasional yang sama dengan bank dan lembaga keuangan besar lainnya. Hal ini membuat P2P lending menjadi pilihan menarik bagi peminjam yang ingin mengurangi biaya pinjaman mereka.

Proses Pengajuan yang Mudah dan Cepat

Kelebihan lainnya adalah proses pengajuan pinjaman yang tidak seformal seperti di lembaga keuangan tradisional. Prosesnya tidak terlalu kompleks dan jauh lebih cepat serta mudah. Peminjam tidak perlu melalui serangkaian prosedur birokratis yang panjang, sehingga memungkinkan mereka mendapatkan dana yang dibutuhkan dalam waktu yang lebih singkat.

Persyaratan yang Lebih Fleksibel

Dalam P2P lending, syarat-syarat yang diperlukan untuk mengajukan pinjaman biasanya lebih sederhana dan tidak “berlebihan”. Hal ini mempermudah banyak orang yang mungkin tidak memenuhi syarat pinjaman di bank untuk tetap bisa mendapatkan akses ke dana yang mereka butuhkan. Misalnya, peminjam tidak harus memiliki sejarah kredit yang sempurna untuk disetujui.

Kesempatan untuk Menjelaskan Riwayat Keuangan

Jika peminjam memiliki reputasi yang buruk terkait pinjaman keuangan sebelumnya, mereka memiliki kesempatan untuk menjelaskan alasan di balik masalah tersebut. Hal ini memberikan peminjam kesempatan untuk menunjukkan kepada pendana bahwa mereka memiliki alasan yang valid untuk masalah keuangan sebelumnya dan bahwa mereka berkomitmen untuk membayar pinjaman yang baru.

Pinjaman untuk Berbagai Tujuan

P2P lending memungkinkan peminjam untuk mengajukan pinjaman untuk berbagai tujuan atau alasan selama ada pendana yang bersedia mendanai pinjaman tersebut. Fleksibilitas ini sangat membantu bagi peminjam yang membutuhkan dana untuk keperluan yang mungkin tidak dilayani oleh produk pinjaman tradisional.

Pinjaman Tanpa Agunan

Salah satu kelebihan utama lainnya dari P2P lending adalah bahwa ini merupakan pinjaman tanpa agunan. Ini berarti peminjam tidak perlu menyediakan jaminan atau aset berharga untuk mendapatkan pinjaman. Hal ini sangat menguntungkan bagi individu yang tidak memiliki aset untuk dijaminkan atau yang tidak ingin mengambil risiko kehilangan aset mereka jika terjadi gagal bayar.

Dengan semua kelebihan ini, P2P lending menjadi alternatif yang menarik dan semakin populer bagi banyak orang yang membutuhkan pinjaman dengan proses yang lebih cepat, persyaratan yang lebih fleksibel, dan biaya yang lebih rendah.